- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Cara Cermat Agar Cepat Memahami Pelajaran
Bagi kamu yang masih mendapat kesulitan ketika belajar, beberapa trik di bawah ini mungkin bisa dicoba. Selain membantu untuk meningatkan kualitas belajar, fun juga lho!
1. Catatan kecil
Ada salah satu kesalahan saat belajar. Biasanya, kita cenderung menghapal setiap detil materi yang disampaikan. Yay or nay? Daripada kamu fokus menghapal, lebih baik fokus ke poin-poin pentingnya saja.
Bagaimana strateginya agar kamu tertarik baca? Ketika guru sedang menyampaikan materi, catat hal-hal penting di sticky notes. Misalnya rumusphytagoras, rumus tenses, dan buat kata kunci yang mudah diingat. Dengan menulis, kamu sambil mengingat kembali pelajaran lho. Kemudian, tempel di tempat-tempat yang sering kamu lihat. Dinding kamar, cermin, atau buku.
2. Garis bawah

Menggaris bawahi hal-hal penting saat membaca atau mempelajari sebuah buku tentu tidak akan menyulitkanmu, bukan? Kalau ribet pakai penggaris, highlighter atau pulpen berwarna bisa membuat bukumu lebih berwarna. Apabila penuh warna, maka semangatmu juga akan lebih meningkat. Cara ini akan memudahkanmu ketika mencari materi yang dibutuhkan karena menghemat waktu.
3. Mind mapping
Ada lagi cara menghemat jam belajarmu dan membuat lebih siap menghadapi ujian. Coba cara mind mapping deh. Mind mapping merupakan proses pemetaan pikiran untuk menghubungkan konsep-konsep permasalahan tertentu. Tulisan yang dihasilkan adalah gambaran langsung dari cara kerja koneksi dalam otak. Cara ini juga dapat mengembangkan cara berpikir kreatif.

Menurut Tony Buzan, sang pencetus mind mapping, proses ini dapat membantu kita untuk banyak hal. Beberapa di antaranya yaitu merencanakan, berkomunikasi, menyelesaikan masalah, memusatkan perhatian, menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran, serta mengingat dengan baik. Belajar jadi lebih cepat dan efisien serta melatih gambar keseluruhan.
4. Kuis
Hayooo siapa yang takut kalau guru memberi kuis dadakan? Eits, tapi cara ini ampuh untuk meninjau studi di minggu dan hari sebelum ujian lho, smart buddies. Dengan adanya kuis, kamu jadi tahu materi apa yang sudah kamu kuasai dan masih harus dipelajari lebih dalam.
5. Case study
Ada beberapa materi yang agak sulit dipahami hanya dengan mengikuti pedoman teori. Oleh sebab itu, studi kasus bisa jadi pilihan yang tepat. Dengan cara ini, kamu akan dihadapkan dengan sebuah kasus, sehingga mampu memvisualisasikan teori dan jadi lebih mudah paham.
6. Brainstorming

Nah, kalau kamu bosan belajar sendiri, tidak ada salahnya coba belajar dengan teman-teman. Brainstorming bisa jadi salah satu cara untuk bertukar serta memperluas ide yang kamu dan teman-temanmu miliki. Saat proses ini berlangsung, tidak ada salah dan benar, semua sama. Selain lebih seru, kamu akan mendapat banyak ide baru yang memperkaya pengetahuanmu.
7. Cari tahu tipe belajarmu
Memahami tipe belajar ini tidak boleh dihiraukan, lho. Kalau kamu sudah paham tipe belajarmu, maka ke depannya akan lebih mudah untuk mengerti pelajaran dengan caramu sendiri. Misalnya dengan menonton video belajar, mendengar rekaman suara, diiringi lagu, dan sebagainya. Sudah tahu belum tipe belajarmu?
Berikut adalah 7 gaya belajar yang perlu kita ketahui:
1. Visual (spatial)
Gaya belajar visual ditandai dengan preferensi kamu untuk belajar dengan menggunakan gambar, grafik, warna, imajinasi visual, dan spasial. Nah, kalau kamu memiliki pemahaman di hal-hal tersebut berarti kamu tipe orang dengan gaya belajar visual. Misalnya saja kamu punya sense yang baik saat membaca peta atau mengikuti instruksi sesuai dengan gambar.
2. Aural (auditory)
Gaya belajar auditory ditandai dengan kemudahan dalam memproses informasi dengan baik dari berbagai sumber suara, seperti penjelasan guru, pidato, rekaman suara, dan lain-lain. Biasanya, orang yang cocok dengan gaya belajar aural atau auditoryini lebih senang mendengarkan materi di kelas atau duduk diam mendengarkan audio book. Orang dengan gaya belajar aural juga memiliki kecenderungan untuk sukses di bidang musik, karena mempunyai sense yang baik terhadap nada dan ritme.
3. Verbal (linguistic)
Gaya belajar verbal ditandai dengan preferensi untuk menggunakan kata-kata, baik dalam membaca maupun menulis dalam memahami pelajaran. Pelajar verbal nyaman dengan banyak membaca, berbicara, dan menulis saat belajar. Pelajar verbal juga cenderung menyukai permainan kata, puisi, pantun, menemukan arti kata.
4. Physical (kinesthetic)
Nah, kalau gaya belajar kinestetik biasanya ditandai dengan cepatnya menerima dan mengolah informasi dari hal-hal fisik. Misalnya saja sentuhan, kehadiran alat peraga, dan partisipasi diri sendiri dalam proses belajar. Kamu cenderung merasa perlu untuk mengalami sesuatu secara langsung untuk benar-benar memahami suatu hal. Kamu juga punya senseyang baik tentang tekstur atau bentuk. Biasanya, anak dengan gaya belajar kinestetik menyukai kegiatan fisik seperti olahraga.
5. Sosial (interpersonal)
Gaya belajar interpersonal biasanya ditandai apabila kamu memiliki kemampuan sosial yang baik seperti berkomunikasi dengan verbal maupun tulisan. Kamu akan lebih nyaman berkonsultasi dan diskusi pelajaran bersama guru, maupun teman sekelas. Juga suka belajar dengan mengutarakan ide dan mendiskusikan materi pelajaran terkait.
6. Solitary (intrapersonal)
Kamu suka belajar di keadaan sepi dan menyendiri? Bisa jadi kamu cenderung punya gaya belajar intrapersonal. Dengan mengerjakan semuanya sendiri, kamu bisa membuat dan mengetahui personal interest and goals. Biasanya kamu lebih senang membaca buku atau belajar dari laptop/hp.
8. Kelola!
Salah satu cara belajar yang paling efektif sebenarnya adalah yang paling sering diabaikan, yaitu mengelola belajar. Buatlah jadwal belajar agar lebih terstruktur. Tapi jangan hanya jadi pajangan ya! Ini adalah salah satu hal yang baik untuk memotivasimu.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar